ramon84.net
CERITA MAKCIAT
Sekretaris Cantik Diperkosa

Fabiola, yang biasa dipanggil
Febby, seorang wanita cantik
berusia 25 tahun. Febby
bekerja disalah satu
perusahaan pariwisata yang
cukup terkenal sebagai
sekretaris. Tubuh Febby cukup
sintal dan berisi, didukung
dengan sepasang gunung
kembar berukuran 36B serta
wajah yang cantik, membuat
setiap pria pasti meliriknya,
setiap kali ia berjalan.
Seperti biasa setiap hari Febby
pergi ke kantornya di bilangan
Roxi Mas, yang tanpa
disadarinya ia dibuntuti
sekelompok pemuda iseng yang
hendak menculiknya.
Sudah beberapa hari para
pemuda itu mempelajari
kebiasaan Febby pergi dan
pulang kantor. Dan hari itu
mereka sudah menyusun
rencana yang matang untuk
menculik Febby. Tiba-tiba dijalan
yang sepi taksi yang ditumpangi
Febby dicegat secara tiba-tiba,
dan sambil mengancam sopir
taksinya, mereka langsung
menyeret Febby masuk kedalam
mobil mereka, dan tancap gas
keras-keras, hingga akhirnya
mobil mereka larikan kearah
pinggir kota, dimana teman-
teman mereka yang lain sudah
menunggu disebuah rumah yang
sudah dipersiapkan untuk
'mengerjai' Febby.
Didalam mobil Febby diapit oleh
dua orang pemuda berkulit
hitam, sedangkan yang dua lagi
duduk dikursi depan. Febby
sudah gemetaran karena takut,
dan benar-benar tidak berdaya
ketika dua orang yang
mengapitnya memegang-
megang tubuhnya yang sintal
dan putih itu. Dua pasang
tangan hitam bergentayangan
disekujur tubuhnya, yang
kebetulan pada hati itu Febby
mengenakan rok lebar sebatas
lutut, dengan atasan blouse
putih krem yang agak tipis,
hingga bra Wacoal hitam yang
dikenakannya lumayan terlihat
jelas dari balik blouse tersebut.
Dengan leluasa disepanjang
jalan tangan-tangan jahil
tertersebut bergentayangan
dibalik rok Febby sambil
meremas-remas paha putih
mulus tersebut, hingga akhirnya
mereka tiba dirumah tersebut,
dan mobil langsung dimasukkan
kedalam garasi dan rolling
doorpun langsung ditutup
rapat-rapat. Febby yang sudah
terikat tangan dan kakinya,
serta mulut tersumpal dan
mata ditutup saputangan
digendong masuk kedalam
ruang tamu, dan didudukkan
disofa yang cukup lebar.
Ikatan tangan, kaki, mulut dan
mata Febby dibuka, dan
alangkah terkejutnya ia sekitar
tiga puluh pemuda yang hanya
memakai cawat memandanginya
dengan penuh nafsu seks.
Tanpa menunggu lebih lama lagi,
Febby pun mulai dikerjai oleh
mereka. Febby yang sudah
tidak berdaya itu hanya bisa
duduk bersandar di sofa
dengan lemas ketika salah
seorang lelaki mulai membuka
kancing blouse-nya satu
persatu hingga blouse putih
tersebut dicopot dari tubuh
sintalnya itu.
Beberapa orang lagi berusaha
membuka rok merah Febby
hingga Febby pun akhirnya
hanya memakai bra hitam serta
celana dalam nylon berwarna
hijau muda, dan membuat
dirinya terlihat makin
menggairahkan, dan spontan
saja para pemuda berandal
tersebut langsung terlihat
ereksi dengan kerasnya. Celana
dalam Febby pun langsung
buru-buru dilepas dan menjadi
rebutan untuk mereka.
Febby dipaksa duduk dengan
mengangkang lebar-lebar,
hingga vagina-nya yang
ditumbuhi rambut-rambut halus
itu terlihat dengan jelas, dan
mereka pun bergantian menjilati
serta menghisap-hisap bibir
vagina Febby dengan nafsunya.
Kepala mereka terlihat
tenggelam diantara kedua
pangkal paha Febby, sementara
yang lainnya bergantian
meremas-remas kedua gunung
kembar Febby yang montok itu.
Kop BH Febby diturunkan ke
bawah hingga kedua gunung
kembarnya muncul
bergelayutan dengan indahnya,
dan menjadi bulan-bulanan
pemuas nafsu untuk mereka.
Tidak puas dengan hanya
meremas-remas saja, beberapa
orang mulai mencoba untuk
mengisap-ngisap puting susu
gunung kembar Febby yang
ranum itu, hingga akhirnya
Febby pun dipaksa oral seks
untuk mereka. Bergantian
mereka memaksa Febby untuk
mengulum-ngulum batang penis
mereka keluar masuk mulutnya.
Kepala Febby dipegangi dari
arah belakang hingga tidak bisa
bergerak, sementara itu yang
lain bergantian mengeluar-
masukkan batang penis mereka
dimulut Febby yang seksi itu
hingga mentok kepangkal paha
mereka.
Batang penis yang rata-rata
panjangnya 17 senti itu terlihat
masuk semua kedalam mulut
Febby, hingga mencapai
kerongkongannya. Tak
ketinggalan Febby pun dipaksa
untuk 'mencicipi' buah zakar
mereka secara bergantian.
Sepasang buah sakar tampak
terlihat dikulum Febby hingga
masuk semua kedalam mulutnya
yang mungil itu. Wajah Febby
yang cantik itu bergantian
ditekan-tekan diselangkangan
para pemuda berandal tersebut
hingga buah sakar mereka
masuk semua kedalam mulutnya.
Setelah puas dengan acara
'pemanasan' tersebut Febby
pun dipaksa tiduran diatas
kanvas diruang tamu tersebut
dan dengan paha yang
mengangkang lebar, batang
penispun mulai keluar masuk
vagina Febby yang masih 'rapat'
itu, mereka dengan tidak
sabarnya bergantian menjajal
vagina Febby dengan batang
penis mereka yang rata-rata
panjang dan besar itu. Bagi
yang belum kebagian jatah
terpaksa memainkan-mainkan
penisnya diwajah dan mulut
Febby.
Beberapa orang dengan
nafsunya memukul-mukulkan
batang penisnya di wajah Febby
sambil mendesah-desah dengan
nafsu. Bosan dengan gaya
tiduran, Febby dipaksa duduk di
sofa lagi dengan paha
mengangkang lebar dan kembali
'di embat' bergantian,
sementara bibir Febby tetap
sibuk dipaksa mengulum batang
penis yang tampak mengkilat
karena air liur Febby yang
menempel di batang penis
tersebut.
Sementara para pemuda yang
mendapat giliran mengocok
vagina Febby tampak sangat
bersemangat sekali hingga
bunyi batang penis yang keluar
masuk vagina Febby terdengar
sangat jelas. Hampir dua jam
sudah Febby "dikerjain" dengan
intensif oleh puluhan pemuda
tersebut, hingga akhirnya satu
persatu mulai berejakulasi. Tiga
puluh pemuda mengantri Febby
untuk berejakulasi diwajah
Febby yang cantik itu.
Dimulai oleh empat orang berdiri
mengelilingi Febby dengan
batang penis menempel
disekitar wajah Febby yang
cantik. Sementara seorang lagi
mengocok vagina Febby dengan
nafsunya, hingga akhirnya ia
tak tahan lagi dan mencabut
batang penisnya dari vagina
Febby, dan.... croott.... crootttt...
croooottttt!!! air mani muncrat
mengenai sekujur wajah Febby,
melihat hal tersebut yang lain
pun tak mau ketinggalan dan
bergantian mengocok-ngocok
batang penisnya cepat-cepat
diwajah dan mulut Febby,
hingga berakhir dengan
semprotan air mani diwajahnya.
Bahkan tak sedikit
mengeluarkan airmani nya
didalam mulut Febby, lalu
memaksa Febby untuk
menelannya.
Sekitar dua puluh menit, wajah
Febby dihujani 'air mani' yang
kental itu, hingga Febby terlihat
basah kuyub oleh sperma mulai
dari rambut hingga gunung
kembarnya terlihat mengkilat
oleh basahnya sperma puluhan
pemuda berandal tersebut.
Part II
Jam menunjukkan pukul jam
satu siang, dan Febby pun baru
selesai 'dikerjain' oleh mereka,
dan terlihat lemas tak berdaya
dengan muka yang masih
belepotan sperma. Tiga orang
pemuda membawa Febby
kedalam kamar mandi yang
terlihat sangat mewah, dan
memandikan Febby dengan air
hangat serta sabun cair yang
sangat wangi. Febby disuruh
tiduran sambil direndam air
hangat, sementara ketiga
pemuda tersebut bergantian
menyabuni tubuh Febby yang
putih sintal itu dengan
bernafsu, sambil sesekali
meremas-remas selangkangan
dan gunung kembar Febby yang
terasa licin oleh sabun tersebut.
Hingga akhirnya ketiga pemuda
tersebut sudah tidak tahan lagi
dan Febby pun diperkosa lagi
didalam kamar mandi itu.
Mereka mengeluarkan Febby
dari bak rendam, dan dibawah
pancuran air hangat Febby
dipaksa nungging, dan dua
pemuda bergantian
menyetubuhi Febby dari arah
belakang, sedangkan yang
satunya mengeluarmasukkan
batang penisnya di mulut Febby,
sambil memegangi rambut Febby
hingga kepala Febby tidak
dapat bergerak. Setengah jam
sudah Febby 'diobok-obok'
didalam kamar mandi, dan
diakhiri dengan meyemprotkan
air mani masing-masing didalam
mulut Febby, dan tiga porsi air
mani itu dalam sekejap sudah
pindah kedalam mulut Febby,
dan sisa-sisa sperma masih
terlihat berceceran disekitar
wajah Febby yang putih itu.
Part III
Selesai dimandikan, Febby
kembali didandani hingga
terlihat sangat cantik. Bra
hitamnya yang berukuran 36B
itu kembali dipasangkan. Celana
dalam nylon Febby sudah raib
jadi rebutan, hingga vagina
Febby dibiarkan terlihat,
sementara beberapa pemuda
berandal itu sibuk
menjepretkan kamera digitalnya
kearah Febby. Febby dipaksa
berpose dengan berbagai gaya
yang sensual, mulai dari adegan
membuka bra nya sendiri hingga
duduk mengangkang sambil
memasukkan batangan ketimun
kedalam vaginanya.
Puas mengambil berbagai pose
Febby, seorang pemuda
mengambil dua gelas minuman
dari dalam kulkas dan sepotong
hamburger untuk Febby. Dan
betapa terkejutnya Febby
ketika tahu bahwa dua gelas
minuman tersebut adalah
sperma yang sudah disimpan
berhari-hari di dalam kulkas.
Seorang pemuda lagi mengambil
suntikan besar tanpa jarum.
Febby dipaksa membuka mulut
lebar-lebar, sementara salah
seorang menyedot sperma
dalam gelas tersebut dengan
suntikan besar itu, kemudian
menyuntikkannya kedalam
mulut Febby, hingga tertelan
langsung kedalam
tenggorokkannya. Mereka
dengan brutalnya bergantian
menyuntikkan 'air mani basi' itu
ke mulut Febby hingga habis
satu gelas penuh. Masih sisa
satu gelas lagi, dan hamburger
untuk Febby pun diolesi penuh
dengan sperma tersebut, dan
Febby pun dipaksa makan
hingga habis. Sisa sperma
sebanyak setengah gelas
terpaksa disedot Febby dengan
sedotan hingga tandas tak
bersisa.
Selesai 'memberi makan' Febby,
mereka kembali mengantri
Febby. Namun kali ini Febby
tidak disetubuhi, mereka hanya
memaksa Febby mengulum-
ngulum batang penis mereka
dimulut Febby, serta mengocok-
ngocoknya dengan kedua
tangan Febby yang lentik itu.
Tiga puluh batang penis kembali
bergantian dikulum-kulum
Febby, sementara yang lainnya
memaksa Febby menggenggam
batang penisnya dengan kedua
tangannya, yang lainnya lagi
sibuk memain-mainkan alat
kelaminnya diwajah dan rambut
Febby. Hingga akhirnya Febby
kembali dihujani puluhan porsi
sperma segar di wajah dan
mulutnya. Pertama kali sperma
muncrat dari lubang penis tepat
didepan wajah Febby hinggga
tepat mengenai dahi hingga
bibir Febby, yang lainnya pun
ikut menyusul hingga puluhan
semprotan sperma
berhamburan diseluruh wajah
Febby yang cantik itu.
Sementara itu dua orang
pemuda dari kiri dan kanan
Febby menyendoki air mani
yang bertetesan di wajah
Febby, lalu menyuapinya hingga
mereka puas.
« index cerita
« ramon84.net
(c) 2012 ramon84.net
Curup - Bengkulu
ramon84.net